Reaksi kimia karbohidrat

Reaksi reaksi kimia karbohidrat terjadi dalam uji fehling adalah: Ikatan yang menghubungkan kedua monosakarida tersebut disbut ikatan glikosidik, yang terbentuk dengan cara kondensasi reaksi kimia karbohidrat hidroksil pada atom karbon nomor satu dari satu monosakarida dengan gugus hidroksil dari salah satu atom karbon nomor 2,4 atau 6 pada monosakarida yang kedua.

Uji ini didasrkan atas terjadinya perubahan fruktosa oleh asam klorida panas menjadi asam levulenat dan 4-hidroksimetil furfural, yang selanjutnya terjadi kondensasi 4-hidroksimetil furfural dengan resorsonol 1,3-dihydroksibenzen0 yang dihidrolisa menjadi glukosa dan fruktosa memberi reaksi positif dengan uji Seliwanoff.

Fosfomolibdat dimasukkan ke dalam larutan sebanyak 1 ml selanjutnya dikocok dan diamati warna yang terjadi. Polisakarida architectural misal selulosa, komponen struktur dari kerangka luar serangga.

Tujuan Percobaan bertujuan menunjukkan sifat dan struktur karbohidrat melalui uji-uji kualitatif dan mengamati struktur beberapa karbohidrat melalui sifat reaksinya dengan beberapa reagen uji. Disakarida Oligosakarida Disakarida merupakan karbohidrat yang terbentuk dari 2 sampai 10 monosakarida.

Uji Seliwanoff Reaksi reaksi kimia karbohidrat lainnya untuk uji karbohidrat tertentu adalah uji Seliwanoff dan uji Foulger. Secara kuantitatif dengan menggunakan alat polarimeter Winarno, Jadi Cu2O terbentuk lebih cepat oleh monosakarida dari pada oleh disakarida.

Sedangkan contoh senyawa heteropolisakarida adalah mukopolisakarida. Sukrosa dapat memutar cahaya terpolarisasi ke kanan.

Polisakarida yang terdiri atas satu macam monosakarida saja disebut homopolisakarida, sedangkan yang mengandung senyawa lain disebut heteropolisakarida. Penggolongan Karbohidrat 1. Reaksi ini sangat efektif untuk uji senyawa-senyawa yang dapat di dehidrasi oleh asam sulfat pekat menjadi senyawa furfural atau furfural yang tersubtitusi.

Namun demikian, terdapat pula karbohidrat yang tidak memiliki rumus demikian dan ada pula yang mengandung nitrogen. Hasil dan Pembahasan Pengujian kualitatif terhadap karbohidrat dilakukan empat uji yaitu uji Molisch, uji Benedict, uji Barfoed, dan uji Fermentasi.

Reaksi terjadi karena fruktosa mengalami reaksi isomerisasi dengan aldosa dalam larutan basa melalui tautomeri-keto-enol. Aktivitas Optik Senyawa yang dapat menyebabkan terjadinya pemutaran cahaya terpolarisasi dikatakan mempunyai aktivitas optik.

Struktural poliskarida berlaku sebagai pembngun komponen dari organel sel dan sebagai unsur pendukung intrasel. Posted by Unknown Posted on Glukosa dan fruktosa memberikan osazon yang sama karena monosakarida-monosakarida tersebut tidak mempunyai letak susunan gugus -H dan -OH yang sama pada atom akrbon 3, 4, 5, dan 6.

Ketiga pereaksi tersebut di atas digunakan untuk mengetahui adanya gula pereduksi. Uji fehling menggunakan pereaksi fehling yang terdiri dari campuran kupri sulfat, Na-K-tartrat dan natrium hidroksida dengan gula pereduksi dan dipanaskan akan terbentuk endapan yang berwarna merah kecoklatan Sudarmadji et all, Glikogen Glikogen jika dihidrolisis juga akan menghasilkan D—glukosa.

REAKSI-REAKSI UJI KARBOHIDRAT

Disakarida Senyawa yang terbentuk dari gabungan 2 molekul atau lebih monosakarida. Sukrosa tidak dapat mereduksi larutan fehling sebab gugus aldehidnya sudah terikat pada fruktosa.

Karbohidrat

Pada akhir percobaan praktikan diharapkan dapat: Adapun contoh senyawa homopolisakarida adalah: Rumus Haworth 3. Misalnya, maltosa adalah disakarida yang tersusun dari dua satuan glukosa, tetapi sukrosa terdiri dari dua monosakarida yang berbeda yakni glukosa dan fruktosa Hart, Contoh monosakarida adalah glukosa, fruktosa, dan gliseraldehida.

Polisakarida yang termasuk golongan ini adalah selulosa, kitin, kondroitin, dan asam hialuronat. Biasanya tetapi tidak selalu satuan-satuan tersebut identik. Pati dapat dipisahkan menjadi fraksi utama berdasarkan kelarutan bila ditriturasi dengan air panas.

Uji Barfoed Pereaksi Barfoed merupakan larutan tembaga asetat dalam air yang ditambahkan asam asetat atau asam laktat. Fruktosa Fruktosa adalah suatu ketoheksosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisassi ke kiri, karenanya disebut juga levulosa. Membedakan antara gula pereduksi dan gula bukan pereduksi 2.

Kemudian ditambahkan 3 mL H2SO4 melalui dinding tabung dan amati perubahan warna yang terjadi. Molekul polisakarida terdiri atas banyak molekul monosakarida. Karbohidrat umumnya digolongkan menurut strukturnya yaitu monosakarida, oligosakarida dan polisakarida. Agar berfungsi sebagai gula pereduksi, karbohidrat harus mempunyai fungsi aldehid atau gugus fungsi hemi asetal yang dapat membuka menjadi aldehid.

Monosakarida sering disebut gula sederhana Monosakarida adalah satuan karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi molekul-molekul karbohidrat yang lebih sederhana lagi, misalnya glukosa, fruktosa, ribose dan galaktosa.

Karbohidrat terbentuk pada proses fotosintesis dengan reaksi sebagai berikut:Pada tanaman yang berklorofil,karbohidrat dibentuk melalui reaksi antara karbondioksida dan molekul air dengan Mengetahui beberapa sifat kimia karbohidrat.

Enersi kimia yang terbentuk akan disimpan di Uji molish adala uji umum untuk karbohidrat walaupun hasilnya bukan merupakan reaksi yang spesifik untuk karbohidrat. Respirasi aerob adalah proses reaksi kimia yang terjadi apabila sel menyerap O2, Karbohidrat adalah senyawa yang tersusun atas unsur-unsur C, H, dan O.

Karbohidrat-karbohidrat tersebut dapat didefinisikan berdasarkan reaksi kimia, Pada tanaman karbohidrat dibentuk melelui reaksi antara karbondioksida dan.

Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana yang disebut monosakarida, misalnya glukosa, galaktosa, dan fruktosa.

Fruktosa mempunyai rumus kimia yang sama dengan glukosa Uji tersebut bukan uji spesifik untuk karbohidrat, walalupun hasil reaksi yang negatif menunjukkan bahwa Author: Arfiyah Tri Meirina.

Reaksi kimia karbohidrat
Rated 0/5 based on 93 review